Fenomena Pemindahan Pabrik ke Jawa Tengah: Analisis Penyebab dan Dampak

Perusahaan155 Views

sitnaker.com  Ekonom senior dan mantan Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, mencatat adanya tren yang signifikan terkait pemindahan lokasi perusahaan dari Jawa Barat dan Jabodetabek ke Jawa Tengah. Beliau mengungkapkan bahwa perbedaan Upah Minimum Provinsi (UMP) menjadi pemicu utama perpindahan ini.

Disparitas Upah dan Perpindahan Pabrik

Menurut Bambang, fenomena ini berkaitan erat dengan perbedaan UMP antara Jawa Barat, khususnya Jabodetabek, dan Jawa Tengah. UMP di Jawa Tengah jauh lebih rendah dibandingkan dengan Jawa Barat, terutama daerah Jabodetabek. Peningkatan upah, terutama di kawasan Jawa Barat, menjadi faktor utama yang mendorong perpindahan beberapa perusahaan atau pabrik ke Jawa Tengah.

Data dan Statistik Pemindahan Pabrik

Eksodus perusahaan dari Jawa Barat ke Jawa Tengah telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2019, Gubernur Jawa Tengah saat itu, Ganjar Pranowo, mencatat adanya 140 pabrik yang memindahkan lokasi produksinya. Pemprov Jawa Tengah juga mencatat pada tahun 2022, sebanyak 97 pabrik melakukan relokasi produksinya ke wilayah ini.

Peran Upah Minimum dalam Pemindahan Pabrik

Perbedaan upah antara Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jabodetabek terlihat dari UMP yang telah ditetapkan untuk tahun 2024. Jakarta menetapkan UMP 2024 sebesar Rp 5.067.381 dengan kenaikan 3,3%, sementara Jawa Tengah menetapkan UMP 2024 sebesar Rp 2.036.947 dengan kenaikan 4,02%. Disparitas upah ini menjadi faktor krusial dalam keputusan perusahaan untuk merelokasi.

Faktor-Faktor Pendukung Pemindahan Pabrik

Pemindahan pabrik tidak hanya terbatas pada Jawa Barat, melainkan juga Jakarta. Kawasan Berikat Nusantara (KBN) menjadi saksi peristiwa tersebut, dengan pabrik-pabrik yang satu per satu merelokasi produksinya. Desy Ika Sulisty, Vice President Corporate Secretary PT Kawasan Berikat Nusantara, menyatakan bahwa kenaikan terus-menerus pada UMP di Jakarta menjadi penyebab utama pemindahan.

Dampak Pemindahan Pabrik pada Ekonomi Lokal

Bambang Brodjonegoro menekankan bahwa disparitas UMP yang besar antar daerah menjadi penyebab eksodus perusahaan dari Jawa Barat dan Jabodetabek. Ia menyarankan agar pemerintah daerah dapat berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan akan kenaikan upah dengan kemampuan perusahaan untuk membayar. Upaya ini diharapkan dapat mencegah hilangnya investasi dan menjaga daya tarik daerah sebagai destinasi investasi.

Perpindahan pabrik ke Jawa Tengah menjadi fenomena ekonomi yang harus diperhatikan secara serius oleh pemerintah daerah. Tantangan terletak pada bagaimana menjaga keseimbangan upah, mencegah eksodus perusahaan, dan menciptakan iklim investasi yang kondusif. Evaluasi terus-menerus terhadap UMP dan kebijakan ekonomi daerah menjadi kunci untuk menjaga daya saing dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *