Investasi IKN Nusantara Capai Rp 47,5 Triliun: Swasta Dominan

Bisnis339 Views

sitnaker.com  Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mencatat pencapaian signifikan dalam proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan mencapai total investasi sebesar Rp 47,5 triliun. Angka ini mencakup investasi baik dari sektor publik maupun swasta, dan menunjukkan pertumbuhan yang positif dalam pengembangan IKN. Dalam keterangannya di acara Nusantara Fair di Jakarta pada Jumat (26/1/2024), Kepala OIKN, Bambang Susantono, mengungkapkan rincian investasi yang sudah masuk.

Komposisi Investasi

Dari total investasi Rp 47,5 triliun, sektor swasta murni menyumbang sebesar Rp 35,9 triliun. Artinya, sektor swasta memainkan peran dominan dalam mendukung perkembangan proyek IKN. Pencapaian ini menunjukkan kepercayaan investor swasta terhadap potensi dan keberlanjutan proyek tersebut.

Bambang juga mengungkapkan proyek groundbreaking selanjutnya yang akan melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan beberapa bank, termasuk kantor PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Groundbreaking ini diharapkan dapat terus memacu pertumbuhan investasi dan mendukung proyek IKN.

Proyek Groundbreaking

“Mudah-mudahan nanti insyaAllah kita lihat groundbreaking mendatang, kan BI sudah groundbreaking, LPS sudah, OJK yang belum kan. Kemudian juga nanti beberapa bank, termasuk, saya mohon maaf sudah membocorkan (Bank Mandiri),” ungkapnya.

Dengan adanya proyek groundbreaking yang terus dilakukan, diharapkan akan semakin banyak sektor yang terlibat dalam mendukung IKN. Hal ini menjadi indikator positif bahwa proyek IKN terus menarik minat dan dukungan dari berbagai pihak, terutama dalam hal investasi.

Target Investasi 2024

Bambang menetapkan target ambisius untuk total investasi yang masuk di IKN pada tahun 2024, yaitu sebesar Rp 100 triliun. Target ini mencakup investasi dari sektor publik, seperti Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan lembaga non-pemerintah seperti Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), OJK, dan Bank Indonesia (BI).

“Target 2024 Rp 100 triliun investasi ya. Investasi itu bisa publik dan swasta. Publik itu contohnya ada BUMN juga yang akan investasi, kemudian ada lembaga non-pemerintah seperti LPS, OJK, BI kan non-pemerintah mudah-mudahan tercapai,” jelasnya.

Melalui capaian ini, proyek IKN membuktikan potensinya sebagai proyek strategis yang mampu menarik investasi signifikan dari sektor swasta dan publik. Dengan pertumbuhan investasi yang terus meningkat, IKN diharapkan dapat menjadi pusat pembangunan yang inovatif dan berkelanjutan di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *