Kebijakan Pangan dan Pertanian Jokowi: Evaluasi dan Proyeksi Masa Depan

Politik381 Views

sitnaker.com  Dekan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Mangku Purnomo, memberikan penilaian positif terhadap kebijakan pangan dan pertanian yang diterapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, pemerintah telah melakukan upaya optimal dalam memanfaatkan lahan untuk menjaga pasokan pangan di dalam negeri.

Langkah Optimal Pemerintah

Mangku menyampaikan bahwa kebijakan pangan dan pertanian pada era Jokowi secara umum dinilai relatif bagus. Pemerintah dianggap telah berupaya maksimal dalam mengelola lahan dan melakukan diversifikasi sumber, termasuk melalui program food estate dan pemberdayaan lahan rawa.

Diversifikasi Sumber dan Pemberdayaan Lahan

Pada sisi produksi, pemerintah disebut telah melakukan diversifikasi sumber dengan mencakup food estate dan pemberdayaan lahan rawa. Meskipun manfaatnya tidak langsung terlihat, Mangku menilai bahwa dari segi mitigasi, kebijakan ini sudah memberikan dampak positif. Selain itu, program stabilisasi stok dan harga juga dianggap berhasil.

Potensi Pemanfaatan Lahan Rawa

Meskipun data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan bahwa kontribusi lahan rawa terhadap pangan nasional masih rendah, yaitu hanya 5 persen dari total 34,12 juta hektare lahan rawa, Mangku menyatakan bahwa masih sangat potensial untuk ditingkatkan.

Sorotan pada Food Estate

Mangku memberikan sorotan khusus pada program food estate, mengakui bahwa manfaatnya mungkin tidak segera terasa. Diperkirakan, diperlukan waktu minimal tiga tahun jika infrastruktur telah baik, dan lima tahun jika dimulai dari awal. Meskipun demikian, dia menegaskan bahwa penciptaan lumbung pangan merupakan keharusan untuk memenuhi kebutuhan pangan jangka panjang Indonesia.

Usulan Perbaikan Kebijakan

Dalam rangka menyempurnakan kebijakan pertanian di masa depan, Mangku mengusulkan beberapa langkah. Pertama, pemerintah diharapkan mengumumkan kemampuan negara terkait bantuan pupuk, memungkinkan kelompok tani merencanakan kebutuhan mereka dalam beberapa tahun ke depan.

Permodalan dan Bantuan Sosial

Mangku juga mengusulkan agar petani mendapatkan bantuan dana dalam bentuk investasi, bukan pinjaman. Bantuan sosial kepada kelompok tani juga dianggap masih diperlukan, terutama dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT). Dalam konteks ini, bantuan sosial diarahkan kepada kelompok miskin ekstrem dan dukungan sosial berbasis komunitas di pedesaan.

Proyeksi Hilirisasi Pertanian

Mangku melihat masa depan di mana keberhasilan kebijakan food estate dan peningkatan kesejahteraan petani dapat menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu sektor hilirisasi utama Indonesia. Mendukung industri pangan dianggap krusial, dan jika pola food estate berhasil, industri dapat menyerap produk petani kecil dan memastikan pasokan bahan baku yang stabil.

Meskipun berhadapan dengan kompleksitas dan tantangan, evaluasi positif terhadap kebijakan pangan dan pertanian Jokowi memberikan harapan untuk masa depan pertanian Indonesia. Dengan dukungan dan pembenahan lanjutan, Indonesia diharapkan dapat mempertahankan ketahanan pangan, mendukung kesejahteraan petani, dan menjadi pemain utama dalam industri pertanian global. Proses evaluasi dan perbaikan terus dilakukan untuk mewujudkan visi lumbung pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *